Friday, May 11, 2007

Old Garden


Film ini bergaya alur ’maju-mundur’. Penonton diajak ikut ber-flash back ke masa lalu pemeran utama.


Hyun-woo (diperankan oleh Ji Jin-hee) baru saja keluar dari penjara setelah mendekam selama 17 tahun karena ia adalah aktifis yang dianggap melawan pemerintah pada masa lalu.


Setelah keluar penjara, banyak sekali hal yang telah berubah. Bahkan teman2 ’seperjuangannya’ pun banyak yang membelot. Ketika ibu Hyun-woo mengabari bahwa kekasih lama Hyun-woo bernama Yoon-hee (diperankan oleh Yeom Jeong-ah) telah lama meninggal karena kanker yang dideritanya, Hyun-woo mencoba membuka kembali memori yang tertinggal bersama Yoon-hee.


Hyun-woo mengunjungi tempat yang pernah mereka tinggali bersama selama beberapa bulan, layaknya sepasang pengantin baru. Hyun-woo juga membaca buku harian serta surat2 Yoon-hee, dan ia tahu bahwa hanya Yoon-hee lah yang selama ini telah setia bersamanya, meski mereka terpisah jauh.


Keyakinan atas kesetiaan Yoon-hee menjadi obat ajaib yang menyembuhkan perasaannya selama dipenjara. Selain itu, Hyun-woo juga mendapatkan hadiah lain, seorang anak perempuan yang tak pernah dikenalnya.


Sebenernya film ini cukup menarik, tapi entah kenapa jalannya agak lamban dan terkesan bertele-tele. Banyak hal yang kurang penting, yang malah bikin film ini jadi tambah ngebosenin. Akting Ji Jin-hee biasa aja. Kurang greget. Mungkin juga karena pembawaan karakter Hyun-woo yang kalem2 aja. Tapi penataan flash-back nya cukup rapih dan runut sehingga memudahkan penonton untuk mengerti jalan ceritanya.

Go Go Sister!

Ada yang bilang, bahwa cinta pertama itu teramat berkesan dan bahkan bisa terus dipendam seumur hidup. Itulah yang dialami Jung-joo, perempuan berumur 30tahun yang berprofesi sebagai fashion designer. Cinta pertama Jung-joo adalah ketika di SMA, bersama seorang cowo populer bernama Ha-ni, yang kini menjadi artis terkenal. Ketika melihat wawancara Ha-ni di TV dan Ha-ni mengungkapkan bahwa cinta pertamanya ga ada, Jung-joo membuka kembali memori masa SMA-nya.


Cintanya kepada Ha-ni saat itu begitu tulus dan polos, sampai ia tahu bahwa Ha-ni yang playboy hanya mempermainkannya. Tak lama kemudian, ia bertemu dengan Tae-hoon, teman SMA-nya juga yang saat pertemuan kembali dengannya, Tae-hoon mengaku bahwa Jung-joo adalah cinta pertamanya.


Segalanya berubah. Dulu, Ha-ni adalah cowok populer di SMA dan terkenal playboy. Sekarang, Ha-ni tetap menjadi artis tetapi Jung-joo masih merasakan sakit hati kepadanya. Sementara Tae-hoon yang mengaku naksir berat dengan Jung-joo ketika SMA adalah seorang kutu buku yang tidak menarik, dan kini Tae-hoon adalah seorang CEO sebuah perusahaan telekomunikasi yang kaya raya dan berhasil.


Penyesalan demi penyesalan menumpuk di benak Jung-joo. Bukan hanya penyesalan terhadap kehidupan cintanya pada masa SMA, tetapi juga penyesalan atas kepergian ibunya ketika melahirkan adiknya.


Tiba2 sesuatu yang ajaib terjadi. Dari laptop Jung-joo muncul sebuah window aneh, mirip seperti tampilan ’scene selection’ kalau kita sedang memutar dvd. Di window itu diperintahkan untuk memilih salah satu scene kehidupan Jung-joo dimasa lalu.


Secara ajaib, Jung-joo kembali ke masa ketika dirinya masih SMA. Wujud Jung-joo tetap seperti saat ini, tetapi ia bisa melihat dan berinteraksi dengan orang2 di masa lalu, termasuk dirinya sendiri ketika masih SMA.


Jung-joo dewasa mengaku sebagai Alice, sepupu Jung-joo kecil yang baru datang dari Amerika. Jung-joo dewasa ini mengusung sebuah misi: mengubah nasib dirinya, dan banyak orang, termasuk berharap bisa merubah keputusan ibunya untuk tidak mempertahankan kehamilannya karena berbahaya.


Film ini lucu, bisa banget menggambarkan kepolosan dan kebodohan ABG yang dilanda cinta monyet.


Pada akhirnya, Jung-joo bisa mengerti bahwa ada hal2 di dunia ini yang tidak bisa diubah dengan apapun. Dan satu yang paling penting, bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang bisa mengalah. Ciiiiaaaaah!

Gwangsigi Dongsaeng Gwangtae a.k.a When Romance Meets Destiny


ini niiih film yang tadinya jadi pilihan utama gue (dan Heidy) sejak Heidy ngajakin nonton Korea Movie Week di Blitz Megaplex. Namun apa daya, jadwal tayangnya ga sinkron sama jadwal daku dan si teteh… walhasil, waktu liat dvd ini di Raplas, langsunglah di beli.. penasaran mengalahkan segalanya! Hahaha..


Film ini sederhananya bercerita tentang dua abang-adek yang kehidupan cintanya masing2 cukup payah…. Si abang, Gwangsig, adalah tipe laki2 yang susah untuk maju menghadapi cewe yang ditaksirnya. Waktu masih kuliah, dia udah naksir berat sama adek kelasnya, tapi apa daya, Gwangsig ga mampu berterus terang. Ia menyimpan perasaannya lamaaaaa…banget! Sampe tujuh tahun kemudian, Gwangsig bertemu lagi dengan gebetan masa lalunya ini di pernikahan sahabatnya. Cinta lama bersemi kembali, begitulah, hehehehe…. Apalagi waktu si cewe mengungkapkan banyak hal, yang menunjukkan bahwa dia masih ingat dengan si Gwangsig dan masa2 lalu bersamanya.


Si adek, Gwangtae, adalah tipe cowok yang terlalu sesumbar… dia gampang banget tertarik (secara fisik, terutama) kepada cewe2. Suatu hari, Gwangtae ikutan lomba lari marathon. Disana dia ketemu seorang cewe seksi yang bikin dia penasaran. Dari track marathon, sampai cafĂ© di pinggir jalan, Gwangtae melakukan pengejaran sampai akhirnya ia berhasil meluluhkan cewe ini.


Permasalahannya adalah… adanya miskomunikasi yang mengakibatkan Gwangsig gagal mendapatkan cewe idamannya itu… sementara Gwangtae mencoba belajar arti sebuah hubungan yang sesungguhnya… bukan hanya fisik belaka, tapi juga perasaan dan berbagi memori bersama.


Bagi gue, film ini… hmmm.. kurang berkesan.. mungkin karena konsep ceritanya juga kurang kuat ya...


Satu2nya penghiburan bagi gue dalam film ini adalah kemunculan Jeong Kyeong-ho sebagai salah satu pemeran pembantu. Wuaaah! Di film ini si Kyeong-ho lebih ganteng! Lebih lebih lebih macho dibandingkan dengan penampilannya di ”I’m sorry I Love You” dan ”Herb”.

3-iron


Waktu ada Korean Movie Week di Blitz Megaplex, film ini sebenernya bukan pilihan pertama. Karena, dari cover agak kurang meyankinkan.. kurang bikin penasaran… hehehe… tetapi, takdirlah yang mempertemukan gue (dan heidy, hehehe) dengan film ini.


Sejak scene awal dibuka, gue bener2 ga tau akan bercerita tentang apa film ini. Tetapi untungnya, gue udah bisa langsung mengenali pemeran utamanya... Jae Hee.


Film ini cukup bagus mengambil perhatian gue sejak awal. Bikin gue menunggu dan menunggu, dan mencoba menebak endingnya. Meski ternyata, endingnya tak tertebak..


Jae Hee berperan sebagai seorang pemuda yang suka masuk kedalam rumah kosong (yang ditinggalkan penghuninya sementara). Tetapi cowo ini bukan maling. Dia cuma numpang tinggal. Dia makan dari apa aja yang ada di kulkas, tidur, memperbaiki barang2 yang rusak, dan kadang2 malah mencuci pakaian kotor pemilik rumah. Setiap rumah yang didatanginya, ia selalu berfoto dengan foto pemilik rumah yang dipajang di dinding. Sangat aneeeeh…


Suatu hari, dia masuk ke dalam rumah sepasang suami istri kaya. Dia pikir di rumah itu ga ada orang, ternyata istri pemilik rumah ada disana. Perempuan ini rupanya sedang mengalami masalah dalam perkawinannya. Dia seringkali dipukuli oleh suaminya.


Sejak pertemuan pertama dengan pemuda aneh ini, si perempuan ini sepertinya sudah memiliki ketertarikan. Maka ia memutuskan untuk kabur dari rumahnya dan pergi mengikuti pemuda aneh ini. Kebersamaan mereka membuat hubungan mereka menjadi kuat.


Film yang disutradarai oleh sutradara handal Kim Ki-duk ini (The Bow, The Old Boy) berhasil membuat penonton mengerti jalannya cerita meski dengan percakapan antar pemain yang super minimalis! Bener! Jae Hee dapat dipastikan nggak mengucap sepatah katapun!! Tapi justru disitu hebatnya. Kata2 seringkali ga cukup kuat untuk menunjukkan dan menggambarkan sesuatu, kegiatan, bahkan perasaan.


Film unik, absurd, aneh, apalah namanya… ternyata sangaaaat menghibur! Bener deh, ga percuma berkorban banyak demi untuk ikutan nonton film ini! Harga tiket, pengorbanan gue untuk mencapai Blitz, dan kebodohan2 yang terjadi sebelum masuk bioskop, semua terbayarkan!


PS: akting Jae Hee dari gue dapet 4 setengah bintang!!!! Mantab!


Heart Is...


Film ini (lagi2) promo nya cukup heboh waktu gue lagi ada di Korea. Tepatnya waktu acara Asian Youth Festival, promo film ini berupa kipas bergambar cover film ini yang disebar di venue acara kepada para peserta festival, dan pengunjung.


Yang bikin penasaran adalah, karena cover-nya bergambar dua anak kecil (cewe cowo) dan seekor anjing. Lucuuu…


Setelah nyaris satu taun kemudian, akhirnya gue mendapatkan film ini.


Ya Tuhan! Film ini adalah salah satu dari segelintir film yang berhasil bikin gue nangis sesenggukkan! (bukan sekedar berkaca2, menetes pelan, menatap nanar… bener2 sesenggukan!)


Mungkin ending-nya bisa di raba2. Tapi di 30 menit pertama, gue dikejutkan oleh kenyatan yang menyedihkan… huhu.. cepet banget sih, baru setengah jam udah mencekat tenggorokkan!


Pemeran utamanya Yoo Seung-ho berperan sebagai Chani, anak laki2 berumur 11 tahun. Setelah bapaknya meninggal, ibunya pun pergi begitu saja meninggalkan dia bersama adik perempuannya bernama Sui (diperankan Kim Hyeong-ki) berumur kira2 lima taun. Kedua adik kakak ini tinggal bersama paman dan tantenya. Meskipun akhirnya paman dan tantenya juga ikut meninggalkan mereka.


Waktu Sui ulang tahun, Sui pernah bilang dia kepengen punya anjing. Karena ga punya uang, Chani mencuri anak anjing yang baru lahir untuk dijadikan sebagai kado ulang tahun buat adiknya. Anjing kecil ini dinamai ‘Maem’ yang artinya Heart.


Kehadiran Maem di tengah2 kakak adik ini menjadi begitu berarti. Maem menjadi bagian dari keluarga kecil malang ini. Bahkan Chani bilang kepada Maem, “kalau aku lagi nggak ada, Kamu-lah yang jadi kakaknya Sui. Kamu harus menjaga Sui…”


Ketika sampai ke menit 30an… gue terkejut…. Maka cerita mengalir penuh tanda tanya sejak itu.


Sedih, pedih, miris, haru, gemes, campur jadi satu…


Abis nonton ini, gue jadi kepengen bisa lebih menghargai keberadaan binatang di sekitar gue. Dari mulai anjing, kucing, yang liar sekalipun… sampe semut2 yang sering diabaikan karena jauh dari pandangan mata… Biar bagaimanapun, mereka juga ciptaan Tuhan… dan rupa2nya… mereka punya perasaan….


Huhuhuhu…. Jadi kangen sama Brandal….


Herb


Film ini pertama kali direkomendasikan Heidy… ternyata Heidy dapat diandalkan! Hehehe…


Dari cover-nya gue cukup terpana melihat pemeran utamanya… Ga kayak orang Korea.. hehehe… ternyata dia orang Korea, kok..


Rang Hye-jong (sebagai Cha Sang-eun) adalah seorang cewe 20 tahun yang memiliki keterbelakangan mental. Keterbelakangannya ini tidak terlalu kentara lantaran ibunya mendidiknya supaya bisa mandiri, bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Pembawaannya riang menyenangkan, meski di kepalanya ia masih memiliki pandangan layaknya anak usia tujuh tahun.


Suatu hari, Sang-eun bertemu dengan seorang polisi lalu lintas bernama Lee Jong-bom (diperankan oleh Jeong Kyeong-ho). Pertemuan dan perkenalannya dengan polisi ganteng ini membuat Sang-eun merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya: jatuh cinta.


Tanpa mengetahui kondisi Sang-eun yang sebenarnya, Jong-bom diam2 juga naksir berat sama Sang-eun. Setelah tahu kondisi Sang-eun yang sebenarnya, ada pergolakan di dalam hati Jong-bom.


Sementara itu, Sang-eun yang selama ini ’bergantung’ dengan ibunya, harus menghadapi sebuah kenyataan bahwa ia, suatu saat, akan hidup sendiri.


Filmnya cukup ringan, tapi hubungan yang dibangun antar perannya cukup kuat. Rang Hye-jong bermain meyakinkan sebagai anak dengan keterbelakangan mental. Sementara Jeong Kyeong-ho berhasil bikin gue terpesona, hehehehe…Dulu, liat aktingnya di ”I’m Sorry, I Love You” sedikit ilfeel karena dia agak melambai (didukung dengan wardrobe-nya yang terlalu ’heboh’ hehehe...) tapi di film ini, Kyeong-ho lebih cowo, lebih simpel, dan lebih lucu, hehehe...