
Sebelumnya, mau bilang makasih dulu nih buat mellisa yang udah minjemin film ini dan Maundy Thursday-nya... Hasrat untuk menonton film2 baru AKHIRNYA terpenuhi juga!
Baiklaah... ini adalah film yang gue tonton setelah nonton Maundy Thursday. Setelah bertangisan dan bersedih hati, gue kira film ini bisa bikin suasana hati lebih baik (karena gue pikir ini ada unsur komedinya), tapi ternyata gue salah..hehe
Lagi2, gue terjebak dengan cover-nya.. (oh, siapa sih yang nyiptain ‘Don’t Judge a Book By Its Cover’) karena cover-nya terkesan komedi.
Dong-chul (diperankan oleh Kim Soo-ro) adalah laki-laki biasa, tipikal karyawan biasa, yang juga merupakan ayah yang disayang, dan suami yang dibanggakan. Tapi ternyata Dong-chul punya rahasia yang udah ia simpan sejak usahanya bangkrut. Ia terpaksa pinjam sejumlah uang ke rentenir kelas kakap demi tetap menjaga keluarganya. Ternyata, ia malah terjebak dengan situasi dimana partner kerjanya malah berinisiatif untuk menculik anak untuk mendapatkan banyak uang (anaknya sebagai jaminan, red.)
Awalnya Dong-chul ga kepengen bisnis begitu, tapi ternyata terlanjur sudah. Anak kecil pertama yang diculiknya ternyata orang tuanya sama sekali ga bisa dihubungi. Sampe anak itu jatuh sakit, Dong-chul dan Man-ho (partnernya itu, diperankan oleh Lee Seon-gyeon) terpaksa men-drop anak itu di rumah sakit dan meninggalkannya begitu aja.
Bukannya kapok, dua orang ini terus menjalankan aksinya demi dapat membayar rentenir itu tepat waktu. Mereka menculik anak SMA bernama Tae-hee. Tae-hee disekap (tapi tetap diperlakukan baik) dan dua orang itu mulai menjalankan rencananya. Mereka menelpon ayah Tae-hee yang ternyata tajir berat. Sayangnya, ayah Tae-hee ga semudah itu percaya terhadap ucapan penculik Tae-hee.
Ditengah2 itu, Dong-chul malah dikejutkan dengan sebuah telpon dari seorang misterius yang menculik anaknya sendiri! Dong-chul kalang kabut. Di satu sisi, ia butuh banget uang tebusan dari ayah Tae-hee (yang sulit ditaklukan, udah gitu kerjasama dengan polisi pula), dan di sisi lain ia harus segera menyelamatkan putri kesayangannya bernama Eundong. Ga main2, penculik Eundong minta sejumlah uang yang buanyaak banget buat tebusannya.
Film ini meski dengan jelas menunjukkan kriminalitas seseorang, tapi rasa ‘manusiawi’-nya kentara banget. Gimana perjuangan seorang ayah demi menyelamatkan putrinya, gimana orang2 begitu mendewakan uang, dan gimana juga seorang manusia diperlihatkan rasa dendam yang manusiawi. Bagus... oke... dan ... unpredictable!
Baiklaah... ini adalah film yang gue tonton setelah nonton Maundy Thursday. Setelah bertangisan dan bersedih hati, gue kira film ini bisa bikin suasana hati lebih baik (karena gue pikir ini ada unsur komedinya), tapi ternyata gue salah..hehe
Lagi2, gue terjebak dengan cover-nya.. (oh, siapa sih yang nyiptain ‘Don’t Judge a Book By Its Cover’) karena cover-nya terkesan komedi.
Dong-chul (diperankan oleh Kim Soo-ro) adalah laki-laki biasa, tipikal karyawan biasa, yang juga merupakan ayah yang disayang, dan suami yang dibanggakan. Tapi ternyata Dong-chul punya rahasia yang udah ia simpan sejak usahanya bangkrut. Ia terpaksa pinjam sejumlah uang ke rentenir kelas kakap demi tetap menjaga keluarganya. Ternyata, ia malah terjebak dengan situasi dimana partner kerjanya malah berinisiatif untuk menculik anak untuk mendapatkan banyak uang (anaknya sebagai jaminan, red.)
Awalnya Dong-chul ga kepengen bisnis begitu, tapi ternyata terlanjur sudah. Anak kecil pertama yang diculiknya ternyata orang tuanya sama sekali ga bisa dihubungi. Sampe anak itu jatuh sakit, Dong-chul dan Man-ho (partnernya itu, diperankan oleh Lee Seon-gyeon) terpaksa men-drop anak itu di rumah sakit dan meninggalkannya begitu aja.
Bukannya kapok, dua orang ini terus menjalankan aksinya demi dapat membayar rentenir itu tepat waktu. Mereka menculik anak SMA bernama Tae-hee. Tae-hee disekap (tapi tetap diperlakukan baik) dan dua orang itu mulai menjalankan rencananya. Mereka menelpon ayah Tae-hee yang ternyata tajir berat. Sayangnya, ayah Tae-hee ga semudah itu percaya terhadap ucapan penculik Tae-hee.
Ditengah2 itu, Dong-chul malah dikejutkan dengan sebuah telpon dari seorang misterius yang menculik anaknya sendiri! Dong-chul kalang kabut. Di satu sisi, ia butuh banget uang tebusan dari ayah Tae-hee (yang sulit ditaklukan, udah gitu kerjasama dengan polisi pula), dan di sisi lain ia harus segera menyelamatkan putri kesayangannya bernama Eundong. Ga main2, penculik Eundong minta sejumlah uang yang buanyaak banget buat tebusannya.
Film ini meski dengan jelas menunjukkan kriminalitas seseorang, tapi rasa ‘manusiawi’-nya kentara banget. Gimana perjuangan seorang ayah demi menyelamatkan putrinya, gimana orang2 begitu mendewakan uang, dan gimana juga seorang manusia diperlihatkan rasa dendam yang manusiawi. Bagus... oke... dan ... unpredictable!
No comments:
Post a Comment