
Daripada film2 aneh nan heboh tapi ujung2nya gue dibuatnya kesal karena ga ngerti ataupun ga nyambung, gue mendingan milih film yang ringan tapi terasa real. Salah satunya adalah film ini.
Seorang single mom bernama Su-jin (diperankan oleh So Yu-jin) harus berjuang keras dalam menjalani hidupnya. Karirnya sebagai seorang model sebuah TV shopping channel cukup membuatnya kerepotan, ditambah lagi ia harus membesarkan anak semata wayangnya yang sudah menginjak usia sebelas tahun bernama Su-an. Su-an ini punya keinginan besar sebagai anak yang tidak lagi punya ayah, yaitu ingin memiliki sesosok ayah dalam hidupnya.
Su-an kemudian sepertinya melihat sosok seorang ayah dalam diri wali kelasnya sendiri bernama Min-ho (diperankan oleh Jung Seong-hwan). Min-ho ini diceritakan sebagai seorang guru pindahan yang sedang mencari sebuah tempat tinggal. Jadilah, Su-an merekomendasikan sebuah tempat tinggal kepada gurunya itu, yang ga lain adalah rumahnya sendiri.
Setelah merasa dekat dengan keluarga kecil itu, Min-ho diam2 naksir sama ibunya Su-an. Ketika Min-ho ingin mengungkapkan segalanya, ia malah ’tak sengaja’ membuka kembali luka lama Su-jin.
Seorang single mom bernama Su-jin (diperankan oleh So Yu-jin) harus berjuang keras dalam menjalani hidupnya. Karirnya sebagai seorang model sebuah TV shopping channel cukup membuatnya kerepotan, ditambah lagi ia harus membesarkan anak semata wayangnya yang sudah menginjak usia sebelas tahun bernama Su-an. Su-an ini punya keinginan besar sebagai anak yang tidak lagi punya ayah, yaitu ingin memiliki sesosok ayah dalam hidupnya.
Su-an kemudian sepertinya melihat sosok seorang ayah dalam diri wali kelasnya sendiri bernama Min-ho (diperankan oleh Jung Seong-hwan). Min-ho ini diceritakan sebagai seorang guru pindahan yang sedang mencari sebuah tempat tinggal. Jadilah, Su-an merekomendasikan sebuah tempat tinggal kepada gurunya itu, yang ga lain adalah rumahnya sendiri.
Setelah merasa dekat dengan keluarga kecil itu, Min-ho diam2 naksir sama ibunya Su-an. Ketika Min-ho ingin mengungkapkan segalanya, ia malah ’tak sengaja’ membuka kembali luka lama Su-jin.
No comments:
Post a Comment