
Bisa dibilang, inilah film Kang Dong Won yang paling gue tunggu2! Iya, dari covernya (yang gue liat dari http://www.hancinema.com/) gue udah feeling banget kalo film ini oke punya! Udah gitu, dari cover-nya pula, Kang Dong Won-nya terlihat kece berat!! Huehehehehe...
Walhasil, gue dapet pinjeman film ini dari Mellissa (makasi ya, mel!!) dan bener kata mel, ini film yang menguras air mata! Hixxx..
Bgini... tebakan gue begitu pertama kali liat covernya, gue pikir ini adalah romantic heart-breaking movie karena pasti akan ada yang meninggal (dan tebakan gue lagi, meninggal karena sakit parah..) well, tau2nya, ini adalah film dengan ide oke, eksekusi gila plus berani, dan jauh dari dugaan awal gue. Hm, ga segitu jauh juga siih..
Kang Dong Won disini bermain sebagai Jeong Yun-soo, seorang cowok dengan latar belakang pengalaman hidup yang serba susah, pahit, menyakitkan, dan berakhir dengan kenyataan bahwa ia adalah salah satu dari terpidana mati.
Suatu hari, Yun-soo dipertemukan oleh Suster Monica, biarawati yang biasa menangani masalah spiritual narapidana di penjara, dengan keponakannya bernama Moon Yu-jeong (diperankan oleh Lee Na-young). Yu-jeong adalah seorang cewek yang udah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri karena suatu hal yang dipendamnya bertahun-tahun.
Alasan Suster Monica mempertemukan Yun-soo dengan Yu-jeong adalah karena Yun-soo (dulunya) penggemar Yu-jeong (karena dulunya Yu-jeong adalah penyanyi lagu kebangsaan di sebuah event negara). Suster Monica ternyata ga salah mempertemukan mereka. Karena dari pertemuan2 mereka itulah (yang selalu diadakan di hari kamis), mereka jadi terbuka satu sama lain dan dari situ mereka mulai membuka hati mereka, menjalani sisa waktu yang ada meski punya catatan masa lalu yang gelap.
Meski sering nonton film yang penuh kekerasan, dan juga pernah nonton film horror, tapi gue ga nyangka, drama ini ternyata bisa bikin merinding juga. Hebat! Sutradaranya hebat dan berani menuntun feeling penontonnya dan membangunnya sejak scene awal.
Gue bener2 ga bisa sok2 tegar nonton film ini... ujung2nya, air mata leleh juga... meski dari awal sebenernya ada beberapa scene yang udah bikin tenggorokan tercekat! Mwehehehe...
Walhasil, gue dapet pinjeman film ini dari Mellissa (makasi ya, mel!!) dan bener kata mel, ini film yang menguras air mata! Hixxx..
Bgini... tebakan gue begitu pertama kali liat covernya, gue pikir ini adalah romantic heart-breaking movie karena pasti akan ada yang meninggal (dan tebakan gue lagi, meninggal karena sakit parah..) well, tau2nya, ini adalah film dengan ide oke, eksekusi gila plus berani, dan jauh dari dugaan awal gue. Hm, ga segitu jauh juga siih..
Kang Dong Won disini bermain sebagai Jeong Yun-soo, seorang cowok dengan latar belakang pengalaman hidup yang serba susah, pahit, menyakitkan, dan berakhir dengan kenyataan bahwa ia adalah salah satu dari terpidana mati.
Suatu hari, Yun-soo dipertemukan oleh Suster Monica, biarawati yang biasa menangani masalah spiritual narapidana di penjara, dengan keponakannya bernama Moon Yu-jeong (diperankan oleh Lee Na-young). Yu-jeong adalah seorang cewek yang udah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri karena suatu hal yang dipendamnya bertahun-tahun.
Alasan Suster Monica mempertemukan Yun-soo dengan Yu-jeong adalah karena Yun-soo (dulunya) penggemar Yu-jeong (karena dulunya Yu-jeong adalah penyanyi lagu kebangsaan di sebuah event negara). Suster Monica ternyata ga salah mempertemukan mereka. Karena dari pertemuan2 mereka itulah (yang selalu diadakan di hari kamis), mereka jadi terbuka satu sama lain dan dari situ mereka mulai membuka hati mereka, menjalani sisa waktu yang ada meski punya catatan masa lalu yang gelap.
Meski sering nonton film yang penuh kekerasan, dan juga pernah nonton film horror, tapi gue ga nyangka, drama ini ternyata bisa bikin merinding juga. Hebat! Sutradaranya hebat dan berani menuntun feeling penontonnya dan membangunnya sejak scene awal.
Gue bener2 ga bisa sok2 tegar nonton film ini... ujung2nya, air mata leleh juga... meski dari awal sebenernya ada beberapa scene yang udah bikin tenggorokan tercekat! Mwehehehe...
No comments:
Post a Comment